Keabsahan Data Instrumen Penelitian

Keabsahan Data Instrumen Penelitian - Keabsahan data dimaksudkan untuk mendapatkan tingkat kepercayaan yang berhubungan dengan seberapa jauh tingkat keberhasilan hasil penelitian, memperjelas dan mengungkapkan data menggunakan fakta yang aktual di lapangan.

Kualitatif keabsahan data dalam penelitian sifatnya lebih sejalan seiring dengan proses penelitian tersebut berlangsung. Sejak awal pengembilan data keabsahan data kualitatif harus dilakukan, yakni semenjak reduksi data, display data dan menarik kesimpulan ataupun verifikasi. Untuk mmendapatkan keabsahan data di dalam sebuah penelitian kualitatif ini perlu dilakukan menggunakan cara menjaga kredibilitas, transferabilitas dan dependabilitas yang mempunyai maksud sebagai berikut:

1. Validitas internal (Kredibilitas)
Validitas internal adalah ukuran mengenai kebenaran data yang didapat dengan instrumen, yaitu apakah instrumen tersebut sungguh-sunguh dalam mengukur variabel yang sebenarnya. Jika instrumen ternyata tidak mengukur apa yang semestinya diukur maka data yang didapat tidak sesuai dengan kebenaran, sehingga hasil penelitian juga tidak bisa dpercayai, dengan kta lain data tersebut tidak memenuhi syarat validitas.

Menurut Nasution (1996:114), Validitas internal (kredibilitas) dapat dilakukan dengan: a). Memperpanjang masa observasi, b). Melakukan pengamatan terus menerus, c). Trianggulasi data, d). Membicarakan dengan orang lain (peer debriefing), e). Menganalisis kasus negatif, f). Menggunakan bahan referensi, dan g). Mengadakan member check.

Validitas internal (kredibilitas) menurut Nasution (1996:114) bisa dilakukan dengan memperpanjang masa observasi, melakukan pengamatan secara terus menerus, trianggulasi data, membicaakan dengan orang lain (peer debriefing), menganalisis kasus negatif, menggunakan bahan referensi, dan mengadakan memberchek. Berikut ini adalah penjelasan untuk mencapai kredibilitas sebuah penelitian:.
  • Maksud dari memperpanjang masa observasi yaitu untuk mengetahi dan memperhitungkan distorsi yang memungkinkan merusak data. Penyebab terjadinya distorsi yaitu adanya unsur kesengajaan seperti menipu, berbohong, dan pura-pura oleh subyek, informan, dan key informan. Bentuk unsur kesengajaan bisa berupa kesalahan di dalam mengajukan pertanyaan, motivasi, hanya untuk menyedihkan atau menyenangkan peneliti.
  • Dengan melakukan pengamatan terus menerus atau secara kontinyu, peneliti bisa memperhatikan sesuatu secara lebih cermat, mendalam dan terperinci. Pengamatan yang dilakukan secara terus menurus, akhirnya akan bisa menemukan mana yang harus diamati dan mana yang tidak harus diamati sejalan dengan usaha mendapatkan data. Pengamatan secara kontinyu ini dilakukan untuk bisa menjawab pertanyaan penelitian mengenai fokus yang diajukan.
  • Trianggulasi data dalam penelitian dilakukan bertujuan untuk mengecek kebenaran data dengan cara membandingkan data yang didapat dari sumber lain, dari berbagai fase penelitian yang ada di lapangan. Dalam penelitian trianggulasi data yang dilakukan yaitu dengan sumber dan metode yang maksudnya yaitu peneliti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan informasi yang didapat dari alat dan waktu yang berbeda dalam metode kualitatif. Trianggulasi data dengan sumber ini yaitu dilakukan melalui cara membandingkan data yang didapat dari hasil wawancara dengan informan dan key informan. Cara trianggulasi data yaitu: Pertama dengan membandingkan hasil pengamatan pertama dengan peengamatan selanjutnya. Kedua, Membandingkan antara data hasil pengammatan dengan data hasil wawancara. Mmembandingkan data hasil wawancara pertama dengan hasilwawancara berikutnya. Penekanan terhadap hasil perbandingan ini bukan dilihat dari masalah kesamaan pemikiran, pandangan, pendapat semata-mata. Namun lebih penting lagi yaitu dapat mengetahui alasan-alasan tentang terjadinya perbedaan.
  • Membicarakan dengan orang lain atau disebut dengan (peer debriefing). Membicarakan atau mendiskusikan tentang hasil data dengan orang lain yang mengerti dengan penelitian yang sedang dilakukan.
  • Maksud dari menganalisis kasus negatif yaitu mencari kebenaran dari suatu data yang dibilang benar oleh sebuah sumber data namun ditolak sumber data yang lain.
  • Menggunakan bahan referensi untuk pemmbanding dan mempertajam analisa data.
  • Tujuan dari mmengadakan sumber check yaitu supaya informmasi yang didapat dan yang mau dipakai dalam penulisan laporan bisa sesuai dengan apa yang diinginkan oleh informman, dan key informan. Oleh sebab itu di dalam penelitian perlu dilakukan member check di setiap akhir wawancara melalui cara mengulangi jawaban atau pandangan secara garis besar sebagai data menurut catatan peneliti mengenai apa yang telah dikatakan responden. Hal itu bertujuan supaya responden bisa memperbaiki apa yang menurut mereka tidak sesuai, mengurangi atau menambahkan apa yang masih kurang. Dalam penelitian member check dilakukan selama penelitian berlangsung ketika berjalannhya wawancara secara formal ataupun informal.
Keabsahan Data Instrumen Penelitian

2. Validitas Eksternal (Transferabilitas)
Validitas eksternal adalah validitas yang berkaitan dengan masalah generalisasi yaitu sampai manakah generalisasi yang dirumuskan berlaku untuk kasus-kasus lain yang berada di luar penelitian. Peneliti dalam penelitian kualitatif tidak bisa menjamin keberlakuan hasil penelitian dalam subyek lain. Hal tersebut disebabkan oleh penelitian kualitatif tidak bertujuan menggeneralissir, sebab dalam di dalam penelitian kualitatif tidak mempergunakan sampling acak atau sifatnya senan tiasa purposive sampling.

3. Dependabilitas
Dependabilitas disebut juga dengan reliabilitas instrumen. Dependabilitas adalah indeks yang menunjukan sampai sejauh mana alat pengukur bisa diandalkan atau bisa dipercaya. Reliabilitas menunjukan sampai sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten jika dilakukan pengulangan terhadap gejala yang sama mmenggunakan alat ukur yang sama. Untuk dapat menccapai tingkat reliabilitas dalam penelitian, maka bisa dilakukan menggunakan teknik check recheck atau teknik ulang.

4. Objektivitas
Objektivitas adalah penelitian dapat dikatakan objektif jika dibenarkan atau di confirm oleh peneliti yang lain. Oleh sebab itu objektifitas dapat diidentikkan dengan istilah “confirmability”. Di dalam penelitian kualitatif peneliti diharuskan berusaha sebisa mungkin memperkecil adanya faktor subyektifitas.

Demikian pembahasan kali ini tentang Keabsahan Data Instrumen Penelitian yang dapat kami uraikan. Semmoga pembahasan tersebut dapat memberikan manfaat.

Artikel Terkait